Murid yang dikasihiNYA

Salibkan dia, salibkan dia.

Teriakan itu menggema  mengalahkan dengungan lebah ,ramai sekali, di sepanjang jalan menuju bukit Golgota.

Aku melihat murid yang dikasihiNYA,menyelinap diantara demonstran, memerhatikan dia  memikul salib.

Bung  murid yang dikasihi dia kan?

Dia diam saja,mukanya berduka.

Dia belum sempat beristirahat kan?

Setelah rangkaian pelayanan yang dilakukan,makan paskah,berdoa ditaman,sekarang di tangkap.Dipukuli,dicambuk,dipakaikan mahkota duri.dia pasti kehabisan tenaga,darah nya bercampur keringat bercucuran,mungkin juga pusing,kurang tidur, haus terlalu banyak cairan tubuh keluar.

Brukk.

Hei bung,lihat,dia jatuh.nampaknya tidak sanggup lagi menopang salib itu ,mari kita tolong.

Bukan itu yang diingikannya.

Setidaknya kita laporkan ke kaisar.dia tidak bersalah.

Dia terbukti tidak bersalah.Pak Pilatus,ibu Claudia setuju dia tidak bersalah.

Ayo bung kita lakukan sesuatu.Jangan nangis terus. Nangis gak akan menyelesaikan masalah.

Kita buat laporan dengan bukti pernyataan-pernyataan yang menyatakan dia tidak bersalah.

Bukan itu yang diinginkannya.

Keji sekali, dipaku seperti itu.tapi hebat ya,tidak tidur,di siksa, berdarah,menanggung derita sedemikian hebat,bergumul dengan rasa sakit, tapi masih bertahan hidup.

Yoh 19 : 26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: ‘Ibu, inilah, anakmu!’

Bung,dia bicara padamu.

Lukas 23:46

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.’ Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Murid yang di kasihiNYA itu berkata :

Dia TUHAN.Penuh cinta kasih, Karena CINTA,karena KASIH,dia mengorbankan diriNYA ganti kita.ganti kamu dan saya.Saya akan memberitakan KASIHNYA.Menyaksikan kebaikanNYA .ini yang diinginkanNYA. Memberitakan ketidak taatan manusia,kejatuhan manusia didalam dosa,terhapus, dibayar lunas,dengan karya keselamatan ini.

  • Dia Pemberi hidup yang kekal (Yohanes 10:27);
  • Dia roti hidup (Yohanes 6:35,51 – suatu pernyataan kembali yang terang-terangan atas manna yang pernah diberikan Allah dari surga dalam Yohanes 6:32-35);
  • Dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup (14:6);
  • Dia adalah terang dunia (8:12);
  • Dia yang berasal dari Bapa (8:23-24).
  • DIA yang harus menerima hormat yang sama dengan yang anda berikan kepada Bapa (Yohanes 5:23);
  • DIA tahu segala sesuatu (Yohanes 21:17 – sesuatu yang hanya Allah yang dapat melakukannya).

Sayapun tersungkur dibawah kaki salibNYA.

Saya akan menceritakan pengorbananNYA.saya akan mengumandangkan KASIH-NYA,Memberitakan karya keselamatan bagi manusia yang di cipta istimewa.Sebab Dialah CINTA ,saya di CINTA-NYA,saya akan memberitakan CINTA-NYA.

Note : percakapan imajiner dengan murid yang dikasihiNYA

 

Worthy of worship

Worthy of praise

Worthy of honor and glory

Worthy of  all the glad songs we can sing

Worthy of all of the offering we bring

YOU are worthy, Father creator

You are worthy savior sustainer

You are worthy, worthy and wonderful

Worthy of worship and praise

Ditulis pada Renungan | Tinggalkan Komentar

menikmatiMU dalam keterbatasanku

Menyapa ku dalam ziarah pagi ini

Aku rasai kasihMU

Aku rasai keberadaanMU

Aku sadari keadilanMU

Memberikan pengaharapan dan kekuatan dalam gelisahku

Menikmati dalam  metafora ziarah diujung pagi.

Bersamaan dengan  SANG SURYA yang semakin tegas memancar

Merasakan kehangatan dalam belaian kasih  dalam cahaya sabdaMU

Sabda mencahaya luruh didalam tubuh sementara ini,

Sabda menerangi hati menuntun kemana langkah ini terayun

Hatiku bergejolak menikmati kebesaranNYA,menikmati keberadaanNYA

Jiwaku gentar memahami KekuasaanNYA,keadilanNYA,keagunganNYA

Dalam gigil yang sangat menahan debar detak jantung

yang semakin bertalu-talu memantul dari hati dan hadirNYA yang bertautan

Hatiku memuji muji DIA, jiwa meluapkan sukacita keabadianNYA menjadi untaian doa di ujung lidah

Terucap dari sanubari:

”menikmatiMU dalam keterbatasanku, terpesona melihat Keagugan MU.”

Di antara beribu kepak sayap-sayap malaikat menyentuh hatiku.

Aku rasai hatiku dipenuhi cinta kepadaMU SANG FIRMAN

semakin dalam kurasai cinta ini,kupersembahkan hati ini

Aku dipuaskan oleh FIRMAN-MU

Aku ingin memuaskan MU didalam keterbatasanku

Memberitakan KASIH-MU bagi ciptaanMU

-RKL-

Ditulis pada Renungan | 2 Komentar

Till we meet again,…

“Kamu harapan papa satu-satunya”

Kata itu sering saya dengar sejak kecil.Tetapi kata-kata sakti itu yang menjadikan saya pribadi yang bertanggung jawab.Bertanggung jawab terhadap keluarga,terhadap pekerjaan, pelayanan,dll. Kata itu sering diucapkan papa untuk saya.Papa saya,Beliau berasal dari Ambon,satu daerah di wilayah timur Indonesia. Lahir dengan nama Willem Melcianus Lumalessil. Dan mempunyai nama julukan atau alias Hengky. Ketika saya tanya kenapa namanya ganti hengky, beliau menjawab, disini orang susah sebut nama willem . Aneh. ya memang akhirnya beliau dikenal dengan nama Hengky. Bahkan pada waktu kebaktian tutup peti untuk memberangkatkan jenasahnya disebutkan Hengky Lumalessil  .

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.Jarang sekali merindukan ayahnya.Untuk saya dan adik saya Rina,kami lebih sering merindukan papa ketimbang mama ( sorry ma :p )

Saya ingat sekali ketika papa mengantar saya pergi ke Jakarta. Mama saya mencegah dengan mengatakan, jangan, biar saja kerja di Kudus,mangan gak mangan seng penting kumpul (jawa: makan tidak yang penting berkumpul–> kebersamaan).Setelah memberi pengertian kepada mama,papa mengantar saya ke Jakarta,kota yang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya,hanya saya mendengar cerita dari teman-teman dan dari pelajaran di sekolah. Pada waktu papa meninggalkan saya di rumah sepupu saya Usi Poppy Pattikawa, saya menangis dikamar saya. Merasakan canggung luar biasa. Aneh rasanya tinggal di tengah keluarga baru ini beradaptasi dengan kebiasan-kebiasan keluarga baru ini, berkomunikasi dengan bahasa baru ,bahasa asal papa saya. Sekarang saya mahfum,papa melakukan ini ,karena beliau yakin saya PASTI BISA.

Pada waktu saya bertanding tenis meja,di manapun. Papa selalu hadir.untuk memberikan Semangat.Menatap saya dari kursi penonton,memperhatikan dengan seksama dia tahu saya PASTI BISA.Waktu saya kalah dan menangis,papa merangkul sembari berkata, tidak apa usi, dengan bermain dilapangan dan berjuang, usi sudah menjadi pemenang .

Saat saya diwisuda Papa menangis dari bangku undangan,sembari berkata,saya bangga dengan putri saya.Membiayai kuliahnya sendiri,membantu keluarga, sekarang menikmati jerih payahnya, sekarang dia di wisuda. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untuk saya.Ia tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya” yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”. Menjadi perempuan yang mandiri.

Desember 2006, kami menghadiri malam natal di gereja. Saya duduk disamping papa, dan didepan kami, mama dan Rina. Saya ingat betul thema khotbah pada waktu itu adalah POST TENEBRAS LUX .Pdt Mikha Joedhiswara memberitakan Firman TUHAN, sesekali saya membisikan terjemahan kata sulit kepada papa. Sesampai dirumah saya mendiskusikan dengan papa.Post Tenebras Lux adalah kata Latin kira-kira bahasa Indonesia nya Terang setelah gelap atau habis gelap terbitlah terang  ., Light After Darkness. Malam itu, pukul 02.00 papa membangunkan saya. Meminta saya mendoakan dia. Berdoa supaya TUHAN menjadi Juruselamat pribadinya. Kami berdoa,saya memimpin. Saya sangat bersukacita.Itulah malam natal terakhir saya bersama papa. Maret 2007 Papa tutup usia.

Biasanya pada waktu ulang tahun, papa memanggil saya, untuk mendoakan dia.

Tadi pagi saya teringat kebiasaan mendoakan papa di hari ulangtahunnya. Terima Kasih ya pa,untuk setiap pelajaran kehidupan yang papa berikan ( meskipun papa nggak menyadarinya) Saya bersyukur kepada ALLAH ,bahwa papa saya adalah papa ,papa mengantar saya menjadi saya yang sekarang ini,seturut dengan kehendak TUHAN.

Note : saya tahu papa nggak lagi ulang tahun, udah tutup usia,saya ingin mengenang cinta papa di hari lahir papa.

Till we meet again….

-RKL-

Ditulis pada Renungan | Tinggalkan Komentar

Ready to go ~.*

Menjelang lebaran, saya harus menyiapkan meeting di Hotel Mulia,Jakarta.Dimulai dari arrange tempat, set up ruangan meeting, menyiapkan meeting tools, merancang undangan,mengirim undangan, meminta kepastian kehadiran , menyusun bahan presentasi,dan sebagainya.Ketika harinya tiba, saya tiba lebih awal,berkoordinasi dengan pihak hotel, memeriksa ulang segala yang di butuhkan. Meeting diakhiri dengan Dinner,dan para undangan kemudian memberikan ucapan selamat atas suksesnya meeting ini kepada atasan saya, Mr W bukan kepada saya.

ini curcol ?

Nggak kok,mau berbagi  aja,buat para sahabat perempuanku,lanjut ya..

Ketika saya membaca Amsal 31:10-31,tiba-tiba saja saya teringat peristiwa itu. Saya sedang bergumul dengan kata “tunduk” kepada suami dan “istri yang menjadi penolong” .Menjadi gelisah memikirkan akankah “kemandirian” saya akan membuat saya menjadi “dominan”?.

Peristiwa diatas sangat menolong saya melihat dan mendalami Amsal 31 secara utuh. Saya bekerja sebagai Personal Assistant , pekerjaaan yang saya lakukan sendiri ( tidak dengan team) dalam beberapa kasus, ketika membutuhkan data memang saya akan meminta data dengan department terkait, tetapi dalam pegolahan datanya,saya mengerjakan sendiri. Pekerjaan rutin yaitu membuat report : weekly,biweekly,monthly, saya kerjakan tanpa menunggu “order” dari atasan,tetapi tetap membutuhkan persetujuannya sebelum report ini di publish ke semua department dan DC satelite. Saya bisa melihat fungsi perempuan sebagai “penolong” disini menjadi lebih konkret. sebetulnya tanpa saya “atasan” saya bisa melakukan semua, tetapi membutuhkan waktu lebih lama,dan lebih ribet bukan? dia “membutuhkan” saya untuk menolong nya.Ketika semua nya siap,dia (yang sudah mempersiapkan diri dengan baik) memimpin meeting itu,diskusi bisnis,dll dengan baik. Energinya tidak habis terkuras untuk mempersiapkan “pendukung” meeting itu,tetapi bisa maksimal memikirkan materi meetingnya. Bayangkan jika dia masih harus hubungi hotel,menyiapkan undangan, mengatur menu,set up ruangan meeting sehingga ruangan nya efektif untuk diskusi,menyiapkan meeting tools,bikin checklistnya,konfirmasi undangan, konesksi internet diruangan meeting,dlsb disaat yang sama dia harus mempelajari materi meeting???Bisa nggak? bisa sih,tapi nggak maksimal. Let say, waktunya sama sama 1 jam untuk persiapan.

a. satu jam, menyiapkan tetek bengek “pendukung” meeting  sembari memperlajari materi meeting, menyiapkan strategi dll,

b. satu jam, khusus mempersiapkan diri ,mempelajari materi meetingnya,tidur bentar kali biar seger.

hasilnya pasti akan lebih baik yang B kan…

Kok enak banget ya para pria? bossy banget? kita perempuan yang kerja, dia yang dapet nama?

Nggak gitu juga sih,

Perempuan juga jadi berhasil ketika mengantar pria menjadi sukses ( kalau sudah berkeluarga, ya menjadikan keluarga sukses, sukses CINTA TUHAN,sukses dalam segala hal lah)

Tapi kan nggak jadi terkenal.

Hehehe kita dipanggil bukan untuk menjadi terkenal kok.Tapi menjadi partner, menjadi “penolong” .(menjadi ibu juga panggilan :D )

Amsal 31:10-21

Epilogue: The Wife of Noble Character

10 [b]A wife of noble character who can find?
She is worth far more than rubies.

(10) Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?

Ia lebih berharga dari pada permata.

Batu permata itu kan asalnya dari arang di proses di perut bumi sedemikian sampe akhirnya jadi batu berharga.Pemrosesannya gak berhenti sampe disitu, setelah di temuin, ia harus di proses lagi sehingga menjadi batu permata yang cantik ,berharga dan bernilai jual tinggi.

Penulis Amsal “menghargai”  istri yang cakap lebih dari permata.

Wow…

Perempuan lajang : mari kita nikmati proses-proses didalam hidup kita untuk bersiap diri didalam panggilan menjadi “penolong. ~.* Wink

11 Her husband has full confidence in her
and lacks nothing of value.
12 She brings him good, not harm,
all the days of her life.
13 She selects wool and flax
and works with eager hands.
14 She is like the merchant ships,
bringing her food from afar.
15 She gets up while it is still night;
she provides food for her family
and portions for her female servants.
16 She considers a field and buys it;
out of her earnings she plants a vineyard.
17 She sets about her work vigorously;
her arms are strong for her tasks.
18 She sees that her trading is profitable,
and her lamp does not go out at night.
19 In her hand she holds the distaff
and grasps the spindle with her fingers.
20 She opens her arms to the poor
and extends her hands to the needy.
21 When it snows, she has no fear for her household;
for all of them are clothed in scarlet.
22 She makes coverings for her bed;
she is clothed in fine linen and purple.
23 Her husband is respected at the city gate,
where he takes his seat among the elders of the land.
24 She makes linen garments and sells them,
and supplies the merchants with sashes.
25 She is clothed with strength and dignity;
she can laugh at the days to come.
26 She speaks with wisdom,
and faithful instruction is on her tongue.
27 She watches over the affairs of her household
and does not eat the bread of idleness.
28 Her children arise and call her blessed;
her husband also, and he praises her:
29 “Many women do noble things,
but you surpass them all.”
30 Charm is deceptive, and beauty is fleeting;
but a woman who fears the LORD is to be praised.
31 Honor her for all that her hands have done,
and let her works bring her praise at the city gate.

Mudah-mudah saya punya cukup waktu dan dapet inspirasi lagi menuangkan hasil penggalian mazmur ini disini. Promise you, tapi gak sekarang ya … :)

Jadi perlu gak sih kita memiliki “keahlian”  “ketrampilan” sebagai perempuan?

Menurut saya sih iya

Di ruang operasi biasanya ada orang yang bagiannya memberikan pisau”, entah dia nurse atau dokter, dia harus punya keahlian itu, “untuk menolong”dokternya, kalau dia salah kasih pisau, atau dosis anestesi, bisa gawat urusan.Untuk tahu anestesi dosis berapa yang harus di berikan, pisau mana yang akan di gunakan, dia harus mempunyai keahlian itu.

Kita perempuan malah wajib rasanya menyiapkan diri untuk itu. Tapi jangan sampai “keistimewaan” menjadikan kita merasa hebat dan malah memiliki sikap dominan.Keistimewaan-keistimewaan yang kita punya (yang adalah GIFT-anugerah) dimaksimalkan untuk “mendukung”, “menolong” partner mencapai tujuan yang diinginkan TUHAN. oohhh indahnya. ( gak semudah seperti membalikan telapak tangan lho, ada proses-proses didalamnya, yang mungkin sakit,perih, tapi ada juga sukacitanya, seperti proses pembentukan yang sudah TUHAN lakukan sekarang didalam hidup kita )

Seperti Debora.Seorang perempuan yang berani mengembangkan diri sesuai karunia dan panggilannya,tapi pasa saat yang sama ia tetap sadar dengan status dan perannya sebagai istri lapidot. Ada banyak contoh lain didalam alkitab. Termasuk perempuan yg digambarkan didalam Amsal ini. Indah ya…

Ready to go ~.*

-RKL-

Ditulis pada Renungan | 2 Komentar

Homo Imago Dei

Sebagian besar dari kita mungkin akrab dengan berita-berita, ketimpangan kesejahteraan, degradasi moral, generasi muda dengan semangat juang instan, atau mungkin  kita justru familiar dengan pemandangan ketimpangan kesejahteraan ini. Bagi kita yang pernah tinggal atau singgah di kota besar atau melihat dan membaca dari media, kita disuguhi berita semisal nenek yang dituntut hukuman penjara karena mencuri semangkok sup dari majikannya, seorang bapak tua yang tidak memiliki keluarga, numpang tidur di kandang sapi bersama sapi sekadar meletakkan kepala dan memejamkan mata, seorang bapak membopong mayat anaknya yang mati karena diare kehabisan cairan dan tidak memiliki dana untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Cerita tidak berakhir sampai di situ. Bapak ini harus membopong anaknya pulang dari Jakarta ke Bogor karena tidak memiliki uang transpor.Bagaimana mungkin membayar biaya pengobatan rumah sakit, mencukupi kebutuhan perut sehari-hari saja kembang kempis, membeli tiket kereta api Jabodetabek saja tidak mampu. Fakta lain yang kita baca mengenai generasi muda dari kalangan akademis menghamburkan masa mudanya dengan praktik “korup” dengan membeli ide untuk karya tulisnya.

Banyaknya kasus yang mengapung, tenggelam bahkan terkubur di negeri kita. Ironisnya, pada waktu yang sama,data menunjukkan Indonesia adalah pasar yang ideal untuk barang-barang elektronik dan otomotif. Bagaimana  manusia yang hidup di daerah yang sama dengan bahasa yang sama berada dalam kondisi yang bertolak belakang? Apakah mungkin mereka yang ada dalam kondisi cukup atau berlebih sedemikian egoisnya sehingga tidak melihat fakta orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan dukungan? Kenyataannya tidak. Banyak perusahaan-perusahaan yang menyisihkan dana khusus bagi mereka yang membutuhkan dukungan. Tidak sedikit dari mereka yang juga membantu yang butuh dukungan baik individual maupun komunal. Atau mungkinkah perbandingan antara bantuan dengan yang dibantu tidak seimbang? Antara yang mendukung dengan yang didukung berat sebelah?

 

Dari kasus-kasus di atas jelas subjeknya adalah manusia. Siapakah manusia? Iman Kristen memberikan definisi manusia sebagai makhluk yang dicipta menurut peta dan teladan Allah (Imago Dei). Ia menjadi wakil Tuhan di mana kemuliaan, keagungan, dan kebijaksanaan Tuhan dinyatakan. Imago Dei  merupakan tema yang banyak dibahas di Abad Pertengahan. Thomas Aquinas (1225-1274) misalnya, kemudian John Calvin (1509-1564), Martin Luther (1483-1546), Johann Heinrich Bullinger (1504-1575), dan Philipp Melanchthon (1497-1560) di masa Reformasi mengulas kembali tema yang sangat penting ini.

Manusia dicipta menurut peta dan teladan Allah. Tetapi dosa telah merusak peta dan teladan itu, sehingga  kemudian manusia hanya tahu bahwa ia pernah dicipta segambar dan serupa dengan penciptaNya tetapi ia tidak bisa mengerti siapa dirinya .  Relasi Allah dan manusia rusak sehingga pengenalan manusia akan dirinya yang sejati, dirinya yang dicipta segambar dan serupa Allah, juga mengalami distorsi.    Akhirnya, dalam berelasi dengan sesamanya, mengalami hal yang sama.

Permasalahannya adalah manusia hanya bisa mengenal dirinya ketika ia mengenal Penciptanya. Ia hanya bisa mengenal Penciptanya hanya ketika Penciptanya menyatakan diri-Nya kepada manusia. Tidak mungkin manusia mengenal Penciptanya dari usahanya sendiri.

Injil Lukas pasal 15 secara dramatis menggambarkan cinta Tuhan yang begitu besar kepada manusia. Allah sendiri didalam kehendakNya  mencari  manusia yang terhilang.Allah sendiri didalam cintaNya bersukacita menyambut pertobatan mereka sehingga Allah di dalam kedaulatan-Nya menyatakan diri kepada manusia, relasi yang dulu rusak oleh dosa diperbarui oleh Kristus melalui ketaatan pergumulan Getsemani hingga Golgota—tuntutan ketaatan yang tidak mungkin bisa dipenuhi oleh manusia telah dilunasi melalui ketaatan Kristus, dan melalui Roh Kudus yang memampukan manusia merespons pernyataan Allah, memampukan manusia menikmati Allah dan mengecap kasih Allah. Relasi dengan Allah dan kesadaran akan siapa dirinya, seharusnya membuat manusia bersyukur. Bukan saja manusia berespons terhadap Allah tetapi juga hidup dalam harmoni  dengan sesama—memperlakukan manusia sebagai manusia, sebagai manusia yang dicipta sesuai peta dan teladan Penciptanya. Pengertian dan kesadaran ini kemudian akan membuat manusia memperlakukan manusia lainnya dengan kasih yang tanpa pamrih, seperti kasih Tuhan yang telah lebih dulu dialaminya. Ia akan dengan sukacita mendukung manusia yang membutuhkan dukungannya.

 

Semua yang dilakukan, adalah untuk Tuhan, “Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the LORD, not for men” (NASB). Manusia memakai seluruh keberadaannya sebagai peta teladan Allah untuk memuliakan Allah dan membawa manusia (yang belum mengalami anugerah-Nya atau  manusia yang menghilang) kembali kepada Sang Pencipta. Menjadi agen kasih kepada sesamanya manusia..  Ireneus pada abad kedua menggagaskan: Gloria Dei, homo vivens. Artinya: Allah dimuliakan ketika manusia hidup sebagai manusia. Maka kebalikannya, jika manusia tidak hidup sebagai manusia yang manusiawi, tidak hidup sebagai citra Allah, maka ia tidak memuliakan Allah.

David Livingstone menjadi contoh konkret.  Ketika  mengalami kasih Allah dalam hidupnya, ia kemudian berkomitmen untuk menjelajah belantara Afrika memberitakan kabar sukacita itu, mengenai pengampunan,penebusan dosa, dan manusia yang kini mungkin berelasi dengan Allah Penciptanya. John Sung, berkeliling di seputaran negara Asia, membawa jiwa kembali kepada Allah untuk dapat menikmati dan memuji Allah sebagai pribadi yang dicipta sebagai peta dan teladan Allah. Orang-orang yang memberikan hidup mereka untuk misi , di belantara Papua, Maluku, sampai kaum marjinal di kota-kota besar. Mereka menjadi agen kasih Allah, memberikan harapan bagi yang terlupakan,yang terhilang sehingga mereka yang memerlukan dukungan di dalam keterbatasan hidup bisa menikmati kelimpahan kasih Allah melalui kehadiran kita di dalam hidup mereka. Sehingga, kehadiran kita memberi shalom, damai sejahtera dan mereka dapat melihat Kristus di dalam kita.

Injil Lukas pasal 15 dalam perikop perumpamaan Anak yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang  menutup nya dengan pernyataan :

Lukas 15 : 7 Aku berkata kepadamu : Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena Sembilan puluh Sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan

Lukas 15 : 10 Aku berkata kepadamu : Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat ALLAH karena satu orang berdosa bertobat

Lukas 15 : 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

 

Begitu besar dan ajaib kasih Tuhan dalam hidup manusia ciptaanNya. Begitu limpahnya pemeliharaanNya. Kasih setiaNya tidak pernah berubah. Dia yang adalah Tuhan pencipta kita sangat mengasihi kita dengan kasihNya tidak ternilai. Patut dan wajar kita mempersembahkan pujian dan hormat kepadaNya.Memandang jiwa manusia seperti Tuhan memandangNya.Memperlakukan manusia seperti Tuhan memperlakukanNya.Menggiring jiwa-jiwa yang dicintaNya kepadaNya.

 

Tuhanlah cinta hiduplah dalam cinta kasihNya

Tuhanlah cinta janganlah takut. (Lirik lagu Taize : Tuhanlah Cinta)

Bersediakah saudara?

 

TERPUJILAH ALLAH!

 

# Bidang Minat

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

keindahanNya tak pernah pudar

Pagi ini, dalam perjalanan ke rumah salah satu dosen, saya melewati satu area yang didominasi warna-warni bunga. Saya sudah beberapa kali melewati tempat ini, tapi tidak pernah bosan untuk mampir dan menikmati indahnya bunga-bunga itu, materi yang halus, warnanya yang indah, putiknya yang menawan, serbuk-serbuknya yang manis. Bunga yang sama, yang sering saya nikmati, bunga yang sama setiap harinya memberikan keindahan tersendiri, persona yang berbeda. Indahnya, harumnya, kesegaran yang di tawarkan, kecantikan yang dapat dinikmati. Bunga yang sama, pesona yang tidak pernah habis.

 

Sore tadi, didalam kesempatan membaca Alkitab, saya membaca satu bagian yang sudah berulangkali saya baca, tidak berbeda dengan seperti ketika saya menikmati bunga, perikop yang sama tidak membuat saya jenuh, bosan, saya malah menemukan keindahan-Nya, keagungan-NYA, pesona-Nya, keajaiban-Nya, kesempurnaan-Nya.

Pernah suatu kali, saya membaca satu bagian Alkitab, didalam waktu teduh saya, kira-kira 6 atau tujuh tahun yang lalu, pagi itu, saya tidak mengerti perikop dalam kitab sejarah yang saya baca, saya tidak membaca buku tafsir, karena saat itu sedang mengikuti rapat diluar kota sehingga tidak terpikir untuk membawa buku tafsir juga tidak ada kesempatan online mencari informasi yang dibutuhkan dengan waktu yang terbatas. Pagi itu, saya tertunduk, memohon Tuhan menyingkapkan rahasia-Nya untuk saya, memberitahukan apa yang tidak saya mengerti. Setelah itu, saya pergi ke ruangan yang akan kami pakai untuk rapat, rupanya disitu ada seorang rekan saya yang sudah tiba lebih dulu, saya duduk, minum teh, mempersiapkan buku-buku yang diperlukan, eh tau tau, teman saya itu menghampiri saya, dan kemudian kami terlibat dalam pembicaraan, dan ditengah-tengah pembicaraan itu, tiba-tiba rekan saya membahas perikop yang saya tidak mengerti pagi itu. Saya terheran-heran, karena saya bahkan tidak menyinggung sama sekali tentang kebingungan saya dan ketidakmengertian saya. Lihat, Allah yang hidup memakai rekan saya yang sudah pernah belajar teologi itu untuk menjawab ketidak mengertian saya, untuk menolong saya mengerti rahasia-Nya.

 

Alkitab, Firman Tuhan yang tertulis, surat cinta-Nya  bagi umatNya untuk mengetahui kehendakNya, sehingga ketika kita membacanya, kita akan mengenal ALLAH yang mencipta dunia dan segala isinya, mengenal pencipta kita, mengetahui isi hati-Nya, setelah mengenal Allah melalui Firman tertulis dan kemudian mencintai Allah, maka kita sendiri akan menuntut diri kita untuk membacanya lagi dan lagi, merenungkannya lagi dan lagi, dan dengan rela Taat melakukan mau-Nya dan dengan sukacita menjalani kehendak-Nya.

 

Tidak ada yang lebih indah daripada mengenal Allah yang mencipta kita, mencintai firmanNya dan taat melakukan kehendak-Nya.

 

Coba deh, buktiin sendiri

 

 

 

To Love God is to know the will of God in His Word, do His will, and glorify His name

 

 

Firman-Mu plita bagi kakiku, terang bagi jalanku

Firman-Mu plita bagi kakiku, terang bagi jalanku

Waktu kubimbang dan hilang jalanku

Tetaplah Kau disisiku

dan tak kan ku takut asal kau didekatku

besertaku selamanya

 

-RKL-

murid yang dikasihi-Nya

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

dia dan Dia

Manusia : Hatinya, Jiwanya

 

Manusia : Lakunya, Pikirannya

 

Kata-NYA

ingat lah ! Asalmu, Kasih-KU,

Lakukanlah! Mau-KU,

 

Manusia :

seperti apapun

walaunya

jikanya

namunnya

tapinya

 

Kata-Nya :

ingat lah ! jiwamu berharga

Ketahuilah ! Kasih-KU cukup bagimu

DIA :

Kasih-NYA, Kuasa-NYA, Keadilan-NYA

Mengenal-NYA, menjadikan-NYA pusat hidupmu, sandaranmu, pusat orbitmu

Mengenal Cinta-NYA : mengangkat jiwamu,

Mengenal kebesaranNYA :

 

elektron

bulan

bumi

matahari

bima sakti

Kosmos, Teratur, tepat.

Bunga, Gunung, Lautan, Senja, Fajar, Kupu-kupu cantik, Burung mungil, Satwa Liar aneka rupa, Semuanya, indah, harmoninya sempurna.

Indah, Ajaib, Agung, Mulia, melampaui segala alam pikir

 

 

Keadilan-NYA pasti , à cari mau-NYA, lakukan dengan setia, Taat kehendakNYA

Kekudusan-NYA sempurna à hiduplah kudus dihadapanNYA

Kasih-NYA ajaib à bersyukurlah, takutlah akan DIA, persembahkan hidupmu untuk melakukan kehendakNYA

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Indahnya Natal dihatiku

SEPERTI PALUNGAN

LAYAKKANLAH HATIKU MENYAMBUT-MU TUHAN

 

SEPERTI EMAS KEMENYAN DAN MUR

BIAR HIDUPKU BERKENAN PADA-MU

 

 

SEBAB NATAL TAK AKAN BERARTI TANPA KASIH-MU

LAHIR DI HATIKU

HANYA BERSAMA-MU YESUS KURASAKAN SELALU

INDAHNYA NATAL DI HATIKU

 

Aku bangun cepat-cepat. Membelalakkan mata agar ia tak kembali terpejam.Kubangunkan dia yang tertidur disampingku. Tak seperti biasa, segera beranjak dari tidur yang melena. Setelah menghabiskan malam hingga pagi menjelang didalam kembara cintaNYA. Di tengah kesibukan memperingati kedatangan sang Gusti , kami , aku dan dia, memgembara dibelantara kota, mengambil bagian memperingati kedatangan sang Gusti.

 

Ibukota dipadati gedung-gedung tinggi, mobil lalu lalang, asap kendaraan bertebaran, pagi yang riuh. Wajah-wajah saling berjejal memadati jalanan. Mereka bergegas untuk segera sampai, menuju arah masing-masing. Seolah tak memperhatikan tanda dan petunjuk  jalan sepanjang yang mereka lewati. Diantara mereka kudapati wajah-wajah kecil itu, yang dulu sempat kuakrabi, mereka tertawa menyambutku, binar-binar bahagia terpancar tulus dari hati yang dipenuhi cinta kepadaku. Hatiku bergembira mendapat sambutan sedemikian rupa, lantas membisikan ucapan syukur bahagia. Terimalah ungkapan syukurku, Gusti.

 

Dibawah teriknya matahari yang menggigit, kami berjalan, berkumpul di pinggiran jalan, berpindah dari satu tempat ketempat yang lain guna mengingat kehadiran sang Juruselamat yang kelahirannya sudah dan akan diperingati oleh pengikutNya di jagad raya ini. Cara kami memperingatinya sederhana, bercakap-cakap, bersukacita, bernostalgia, sangat indah.Sungguh indah.

 

Palungan apaan sih kak?

 

Tempat taro makanan binatang

 

Dikandang binatang dong?

 

Iya adanya dikandang binantang.

 

kayak yang waktu itu kita kekebun binatang itu?

 

Bukan, ini bener-bener kandang. Lalu kutunjukkan gambar kandang dan palunggannya.

 

Kotor mana sama jalanan kak.

 

 

 

Rasanya kotor palungan ya, karena bekas makanan binatang. Kalau jalanannya becek, mungkin sama.

 

Dia masih ingin terus bertanya, matanya penuh dengan gairah dan ingin segera melahap keingintahuannya.

 

Bau mana kak sama dijalanan

 

 

 

Mungkin sama, kalau pas kalinya mampet dan bau sekali.

 

Kok lahir dikandang sih?

 

Dia datang kepada milik kepunyaanNya. tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimanya” (Yohanes 1:10, 11)

 

 

Matanya berkaca-kaca, lantas butiran airmata mengalir darinya.

 

 

 

Kenapa menangis?

 

Sedih kak, soalnya nasibnya Tuhan sama kayak aku.

 

Aku tersenyum

 

Bukan nasib, Dia memang mau melakukan hal itu :

 

Dia yang mencipta dunia dan segala isinya, lahir dengan cara hina dikandang yang kotor

Dia yang tidak terbatas ( tidak dibatasi daging,ruang,waktu,dll) , menjadi terbatas

Dia yang Agung,Mulia,Sumber Hikmat,Sumber kebaikan,sumber pengetahuan, mati dengan cara hina, Disalib di Golgota.

 

Oleh sebab Dia cinta kamu dan saya, Dia mengasihimu dan saya, Dia mengasihi ciptaanNya.

 

Agar dunia yang hilang diselamatkan, dari hukuman kekal….

 

Dengan terisak dia bertanya,

 

Kapan Tuhan datang lagi kak? aku gak akan tolak. 

 

Saya tidak tahu, tidak ada yang tahu, kita hanya harus berjaga-jaga sampai kedatangan-Nya.

 

Sampai sekarang DIA masih mengasihiku kak?

 

Iya, Dia mengasihi kamu , mengasihi manusia ciptaanNYa yang berharga. Sekarang dia mengirim orang orang yang sudah menerima kasihNYa, mengalami kasihNYA untuk kamu. kamu juga bisa melakukan hal yang sama untuk DIA.

 

Isaknya semakin deras, bahunya terguncang.

 

Kalau begitu aku mau kak. Tapi emangnya Dia mau ya kak? aku nggak pintar, aku nakal, keluargaku berantakan, ada yang penyakitan. rasanya nggak pantes deh kak.

 

Lakukan apa yang menjadi bagianmu, keluargamu , masa lalumu, penyakitmu, akan di “urus” olehNya. Hanya lakukan saja bagianmu. Udang Dia masuk dalam hatimu, membersihkan hatimu yang kotor, dan undang Dia bertahta atas hidupmu.

 

Saya mau ka, ujarnya lirih.

 

 

Kunikmati secangkir kopi panas di ujung hari diatas kereta yang akan mengantar kami pulang dari Rimba kota yang membuatku terasing. Mataku menangkap orang-orang yang masih juga memadati tiap sudut jalan. Dengan wajah-wajah yang  serius dan terus menatap lurus. Enggan menoleh, ke kanan dan ke kiri. Hanya saling mewaspadai. Masih belum sempat saling bertukar nama, apalagi bercengkerama. Hey…. berhentilah barang sejenak dan duduklah di sini. Nikmatilah secangkir kopi atau bila kau tak suka minum kopi, segelas teh manis juga boleh. Sembari bercengkerama, barangkali kau juga merasakan hal yang sama.  Anugerah sukacita yang baru saja kami nikmati. Aku ingin membaginya dengan mu.

 

 

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Sukacita Melayani DIA

Pujilah TUHAN, hai jiwaku Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Mzm 103 : 1

Yesus…Yesus….Yesus…
dari dalam kelas kami mendengar suara perempuan berteriak dengan tangisan.Tidak lama kemudian drama penyaliban Kristus kami saksikan dengan hati gentar. Kisah tentang pengorbanan dan pengampunan yang di kemas dalam drama singkat sangat menyentuh hati. Setelah tiga minggu sebelumnya kami diajarkan tentang Manusia dicipta sebagai gambar  Allah, disusul dengan Manusia yang dicipta istimewa dengan Body Part yang proper dan detail, lalu pertemuan ketiga ALLAH memberikan Rohnya (ketika mengehembuskan nafas kehidupan yang memungkinkan kita berelasi dengan Allah dalam doa).Dan minggu ke empat, terakhir, cerita tentang Keselamatan melalui Yesus Kristus.

__________________________________________________________

Allah sendiri yang mengutus kami, membagikan kasihNya, Ia memimpin kami didalam pembuatan materi, Ia memberikan kasihNya untuk kami bagikan,dan Ia sendiri yang bekerja. Ya Allah sendiri bekerja dalam minggu -minggu tersebut, ALLAH mengasihi mereka, mengirim kami untuk memberitakan kabar baik.

Yesus mengetuk hatimu
Yesus mengetuk hatimu

Hai orang berdosa dengarlah

Yesus mengetuk hatimu

 

Menggema di ruangan kelas dengan airmata haru, mensyukuri anugerah ALLAH yang limpah

ALLAH berkerja dengan caranya yang ajaib untuk menunjukkan kasihNYA yang limpah untuk manusia ciptaanNYA.

Kubersukacita kerja bagi DIA
sungguh ku bersukacita

 

TERPUJILAH ALLAH!

Ditulis pada Renungan | Tinggalkan Komentar

Indahnya Melayani

Dari Anugerah  ke Anugerah

Indahnya melayani

Saya sempet curhat sama TUHAN tentang kerinduan mengajar kembali. Dan pada waktuNYA memberikan pelayanan itu untuk saya ( day by day I love you more LORD :D ). Hari itu senin,di Chapel ,sharing tentang kebutuhan guru di SD Berita Hidup yang letaknya ada di pinggiran kota Malang (kalau nggak salah). Tentu saja saya bergabung dengan mereka. Setelah beberapa kali di tunda,pada waktuNYA kami mendapat kesempatan untuk survey. Minggu berikutnya TUHAN memberi saya kesempatan untuk membuat konsep dan materi 4 pertemuan kelas tambahan di SD Berita Hidup. Syukur kepada ALLAH.Tema I’m Precious, Aku istimewa, boleh diajarkan kepada mereka pada hari I. Sukacita terpancar dari wajah anak-anak.Hatiku limpah ungkapan syukur kepada ALLAH yang mengasihi mereka,dan mengirim kami untuk menjadi perpanjangan tangan ALLAH .

Terima kasih TUHAN

-RKL-

This slideshow requires JavaScript.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Dari Ibu Kota ke Bukit Hermon

 

Sama Sekali tidak pernah terpikir dalam benak saya untuk pindah dari Ibukota setelah kurang lebih 13 tahun saya berada disana, bertemu dengan Kenyamanan demi kenyamanan. Kenyamanan dalam pelayanan ,bertemu dengan tempat pelayanan dan merasa secure juga kenyamanan dalam relasi dengan sesama ,bertemu komunitas yang membuat saya nyaman, sahabat-sahabat yang membuat saya semakin betah di ibukota, melalui mereka saya merasakan damai,aman,nyaman ,mereka keluarga saya di Jakarta,tempat berbagi suka dan duka. Kenyamanan dalam hal pekerjaan. Lantas mengapa meninggalkan Jakarta?

Ceritanya bermula dari sebuah kota kecil  mandiri di Jawa Tengah ,dimana saya lahir,dan dibesarkan sebelum saya hijrah ke ibukota. Di kota ini ,ketika remaja,saya bersama tiga teman saya sebut saja,A1,A2,A3, kami sering bertemu setiap hari rabu,pertemuan ini bentuknya semacam kelompok kecil. Apa yang kami lakukan? Kami mendalami kitab suci,secara bergiliran membawakan renungan, kemudian berdoa syafaat. Nah pada waktu itulah saya membagikan kepada kawan saya mengenai panggilan saya untuk menjadi hamba Tuhan  penuh waktu pada waktu itu kawan saya A1 telah lebih dulu mendapat panggilan untuk menjadi hambaNYA. Bersama –sama kami menggumulkan panggilan itu. Kawan saya A1  lebih dulu melalui proses pembentukan disebuah seminari A2 menyusul kemudian dan A3  menjadi aktivis di gereja asalnya. Bagaimana dengan saya? Saya pindah ke Ibukota untuk bekerja.Setahun bekerja TUHAN menganugerahi saya kesempatan untuk melanjutkan belajar di salah satu perguruan tinggi di Jakarka.Di Perguruan Tinggi ini,saya mengenal persekutuan Mahasiswa Kristen dan mengalami pembinaan melalui kelompok kecil ,Tuhan mengingatkan saya akan panggilan ini.Selesai kuliah TUHAN memberi kesempatan bekerja dibeberapa perusahaan yang baik dengan posisi yang baik pula. Tetapi dengan banyak cara TUHAN mengingatkan saya akan panggilanNYA. Saya lantas mengambil kelas Teologi untuk orang awam untuk  memperlengkapi pelayanan  dan tentu saja dalam rangka mempelajari kekayaan firmanNYA. Tahun 2010 menjadi  tahun yang penting bagi saya, karena tahun ini,panggilan itu semakin menguat. Semakin kuat panggilan itu,semakin hitungan matematis saya menunjukkan kalkulasi yang sangat tidak mungkin bagi saya untuk memenuhi panggilanNYA menjadi hambaNYA penuh waktu. Saya berpikir mustahil ,tidak mungkin,dan tidak ada jalan. 24 Desember 2010, pada waktu itu dalam ibadah malam Natal,kawan saya A1 berkhotbah,dan panggilan TUHAN  menggema didalam keseluruhan keberadaan saya, sampai saya tidak bisa menahan lagi,segera saya menuju tempat doa dan meledaklah emosi saya malam itu,persekutuan yang intim denganNYA terjalin.Didalam luapan emosi dan ketertundukan hati dan pikiran  saya ini, ALLAH yang berdaulat malah memperkuat panggilanNYA.saya semakin tersungkur sehingga malam itu didalam dialog saya dengan NYA,saya menyerahkan keseluruhan hidup saya kepadaNYA,menundukkan Hati ,pikiran dan jiwa saya. Sejak itu, jalan menuju panggilan NYA menjadi semakin terbuka,dan ya sekarang saya ada disini,disebuah seminari,menjalani Proses pembentukan,diperlengkapi untuk melayani DIA.ALLAH yang  berdaulat,DIA yang memanggil saya, DIA memelihara panggilan itu dan yang mewujudkan pada waktuNYA. Saya bersyukur ALLAH yang berdaulat adalah ALLAH yang setia terhadap janjiNYA.Janji penyertaan. ALLAH yang sama ,saya yakin yang akan menyertai saya didalam proses pembentukan ditempat ini. ALLAH yang berdaulat ,ALLAH yang setia adalah ALLAH yang telah memanggil anakNYA,memelihara dan memampukan saya meresponi panggilanNYA  dan mewujudkanNYA pada waktuNYA. Dengan caraNYA yang ajaib DIA memungkinkan saya ada disini,menjawab panggilanNYA yang mulia. Apa yang nantinya  mungkin dihasilkan melalui proses berpikir kita , adalah milik Tuhan,Karena potensi-potensi itu adalah dari DIA karena proses berpikirpun dari DIA,Ide itu dari DIA,dianugerahkan kepada anakNYA , orang yang diberikan anugerah ini seharusnyalah menggunakan segala potensi dan keseluruhan hidup kita untuk memuliakan Tuhan dan membawa manusia kembali kepada DIA  sang PENCIPTA .

 

#”jiwaku memuliakan TUHAN, dan hatiku bergembira karena ALLAH juruselamatku” Lukas 1:46

The LORD is my strength and my shield. My heart trusted in HIM, and I am helped therefore my heart greatly rejoice and with my song will I praise HIM

-psalm 28:7-

Rejoice in the LORD always, and again I say Rejoice

-Philippians 4:4-

 

So Jesus said to them again, Peace be with you, as the FATHER has sent me ,I also send you

#I love you more and more each day LORD

-RKL-

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar